Keutamaan Makan Sahur: Berkah yang Sering Diremehkan Umat

Sahur Penuh Berkah: Jangan Remehkan Kekuatan Santap Fajar Ini!

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam. Yang dengan rahmat dan karunia-Nya, kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan yang mulia. Bulan di mana setiap nafas adalah tasbih, setiap tidur adalah ibadah, dan setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kepada keluarga beliau, para sahabatnya yang setia, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman. Semoga kita semua termasuk di dalamnya, Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Hadirin jamaah Rahimakumullah,
Kaum Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Saudaraku sekalian yang dirahmati Allah…

Di antara sekian banyak amalan yang begitu indah di bulan Ramadhan, ada satu sunnah yang seringkali kita lalaikan, bahkan terkadang kita remehkan. Padahal, di dalamnya tersembunyi berkah yang luar biasa, kekuatan yang tak terhingga, dan ampunan yang melimpah ruah. Apakah itu? Ya, ia adalah makan sahur.

Banyak di antara kita yang mungkin berpikir, “Ah, cuma makan sebentar saja, nanti juga kuat puasa tanpa sahur.” Atau, “Malas bangun pagi-pagi, lebih baik tidur saja sampai Shubuh.” Padahal, di balik santapan fajar itu, tersimpan rahasia keberkahan yang tak boleh kita lewatkan.

Mari kita selami lebih dalam, apa saja keutamaan makan sahur ini, agar kita tak lagi meremehkannya.

1. Sahur Adalah Sunnah Nabi yang Penuh Berkah

Jamaah sekalian yang saya cintai,
Makan sahur bukan sekadar aktivitas mengisi perut sebelum berpuasa. Lebih dari itu, ia adalah sunnah agung dari Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Beliau sendiri menganjurkan dan melaksanakannya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.”

Masya Allah, hadits ini begitu jelas. Ada keberkahan dalam sahur. Berkah itu bukan hanya soal kenyang fisik, tetapi juga berkah dalam kesehatan, dalam kekuatan ibadah, dan berkah dalam spiritualitas kita. Bahkan, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjadikan sahur sebagai pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa Ahli Kitab.

Beliau bersabda:
“Pembeda antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)

Ini menunjukkan betapa pentingnya sahur dalam syariat Islam. Ia bukan sekadar pelengkap, tapi bagian dari identitas puasa kita. Jadi, jangan sampai kita melewatkan keberkahan dan keistimewaan ini, wahai saudaraku.

2. Sumber Kekuatan Fisik dan Mental untuk Ibadah Sepanjang Hari

Hadirin Rahimakumullah,
Coba kita bayangkan. Seorang pelari maraton, apakah dia akan memulai lari tanpa sarapan yang cukup? Tentu tidak! Ia akan mengisi energinya sebaik mungkin agar mampu bertahan hingga garis finish. Begitulah sahur bagi kita, wahai jamaah. Ia adalah ‘bahan bakar’ utama agar kita kuat menempuh ‘maraton’ ibadah puasa sehari penuh.

Dengan bersahur, tubuh kita mendapatkan asupan energi yang cukup. Ini akan mengurangi rasa lapar dan haus yang berlebihan di siang hari. Sehingga, kita bisa lebih fokus dalam beribadah. Tidak mudah lemas, tidak mudah mengeluh, dan tidak mudah emosi.

Bayangkan, betapa nikmatnya ketika kita bisa menjalankan shalat Tarawih dengan khusyuk, membaca Al-Quran dengan tenang, bekerja dengan produktif, dan berinteraksi dengan sesama tanpa mudah terpancing amarah, semua itu karena kita telah mempersiapkan diri dengan sahur yang berkah. Sahur bukan hanya memberi kekuatan pada raga, tapi juga pada jiwa dan mental kita untuk menjalani hari dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

3. Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Beristighfar

Saudaraku sekalian yang dimuliakan Allah,
Inilah poin yang seringkali terlupakan saat kita bersahur. Waktu sahur, yang umumnya jatuh pada sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang sangat istimewa. Mengapa? Karena di waktu inilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan beri. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan ampuni.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Masya Allah, sebuah kesempatan emas yang terhampar luas! Ketika kita bangun untuk sahur, bukan hanya perut yang kita isi, tapi juga hati dan jiwa kita. Setelah selesai makan, luangkanlah sedikit waktu untuk mengangkat tangan, bermunajat, memohon ampunan, dan mencurahkan segala isi hati kepada Allah.

 

Rindu Baitullah? Wujudkan Bersama Kami

Kami siap mendampingi perjalanan ibadah Anda dengan bimbingan penuh dan fasilitas nyaman, agar Anda bisa fokus bermunajat dan beribadah.

 

📞 Hubungi Kami

 

 

Saat itu, Allah begitu dekat. Pintu-pintu langit terbuka lebar. Doa-doa di waktu sahur itu, insya Allah, lebih mudah diijabah. Istighfar di waktu itu, insya Allah, lebih mudah diampuni. Jadi, jangan hanya menjadikan sahur sebagai rutinitas makan, tapi jadikanlah ia sebagai momen emas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hadirin jamaah Rahimakumullah,
Setelah kita mengetahui begitu banyak keutamaan sahur ini, masihkah kita tega meninggalkannya? Masihkah kita memilih untuk terlelap dalam buaian tidur, padahal di sana ada berkah yang menanti, ada ampunan yang terhampar, dan ada kekuatan yang siap membimbing kita meraih ridha Allah?

Mari kita renungkan. Jangan sampai Ramadhan ini berlalu, namun kita masih saja meremehkan sunnah yang begitu mulia ini. Jadikan sahur bukan sekadar rutinitas mengisi perut, namun sebuah ritual penuh makna, sebuah jembatan menuju ketakwaan yang lebih tinggi.

Anggaplah sahur sebagai janji temu kita dengan berkah Allah. Sebagai persiapan jiwa raga kita untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan senantiasa menghidupkan sunnah-sunnah Nabi-Nya.

Sebagai penutup, marilah kita jadikan sahur sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah puasa kita. Bukan hanya untuk menahan lapar, tapi untuk meraih berkah, kekuatan, dan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan, keistiqamahan, dan taufik-Nya untuk senantiasa menjalankan setiap sunnah Nabi-Nya, khususnya sunnah sahur ini. Semoga puasa kita diterima, dosa-dosa kita diampuni, dan kita semua digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Marilah kita akhiri kultum singkat ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesehatan dan kekuatan agar kami mampu menunaikan ibadah puasa Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Berkahilah sahur kami, berkahilah setiap langkah ibadah kami. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat. Masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-Mu yang Engkau cintai dan yang akan Engkau masukkan ke dalam surga-Mu tanpa hisab. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban naar.

Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Leave a Comment