Shalat dua rakaat setelah thawaf adalah salah satu rangkaian penting dalam ibadah umrah maupun haji, yang dilaksanakan setelah jamaah menyelesaikan tujuh putaran mengelilingi Ka’bah. Pelaksanaan shalat ini sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan, sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Baari Juz 09 Halaman 150, yang mengacu pada praktik Nabi Muhammad SAW.
Pengertian & Hukum Dasar
Shalat dua rakaat setelah thawaf adalah shalat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan sebagai penutup rangkaian thawaf. Meskipun sunnah, pelaksanaannya memiliki kedudukan yang sangat penting dalam manasik, meneladani sunnah Rasulullah SAW. Lokasi idealnya adalah di belakang Maqam Ibrahim, namun jika tidak memungkinkan karena padatnya jamaah, bisa dilakukan di area mana pun di dalam Masjidil Haram.
Tata Cara & Dalil
Berikut adalah urutan pelaksanaan shalat dua rakaat setelah thawaf:
- Niat: Niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah thawaf. Tidak perlu melafazkan niat secara keras.
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan setinggi bahu atau telinga.
- Rakaat Pertama:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Kafirun.
- Ruku’, I’tidal, Sujud dua kali, dan duduk di antara dua sujud seperti shalat biasa.
- Rakaat Kedua:
- Berdiri untuk rakaat kedua.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Ikhlas.
- Ruku’, I’tidal, Sujud dua kali, dan duduk tasyahhud akhir.
- Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Dalil disyariatkannya shalat ini adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 125: "…Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat." Ayat ini mengisyaratkan pentingnya Maqam Ibrahim sebagai lokasi shalat setelah thawaf, mengikuti praktik Nabi Ibrahim AS dan kemudian Nabi Muhammad SAW.
Tabel Panduan Praktis
| Langkah / Perkara | Keterangan / Hukum | Tips Praktis |
|---|---|---|
| Lokasi Shalat | Sunnah di belakang Maqam Ibrahim. Jika tidak memungkinkan, di mana saja di Masjidil Haram. | Prioritaskan area yang tidak menghalangi arus thawaf. Cari celah di pelataran Ka’bah atau lantai atas jika sangat padat. |
| Waktu Pelaksanaan | Segera setelah menyelesaikan 7 putaran thawaf. | Jangan menunda terlalu lama agar tidak lupa atau terhalang keramaian baru. |
| Arah Kiblat | Menghadap Ka’bah, dengan Maqam Ibrahim berada di antara Anda dan Ka’bah (jika shalat di belakangnya). | Pastikan posisi Anda tidak membelakangi Maqam Ibrahim jika Anda berada di belakangnya. |
| Surah yang Dibaca | Rakaat 1: Al-Fatihah & Al-Kafirun. Rakaat 2: Al-Fatihah & Al-Ikhlas. | Hafalkan surah-surah ini agar shalat lebih khusyuk dan lancar. |
Tips Jamaah Indonesia
Bagi jamaah Indonesia, kondisi di Masjidil Haram seringkali sangat padat, terutama di area sekitar Maqam Ibrahim. Berikut beberapa tips praktis:
- Fleksibilitas Lokasi: Jangan memaksakan diri shalat persis di belakang Maqam Ibrahim jika area tersebut sangat sesak dan berpotensi mengganggu jamaah lain. Carilah tempat yang nyaman dan tidak menghalangi jalur thawaf atau lalu lalang jamaah, baik di pelataran Ka’bah yang lebih luas, di lantai dua atau tiga Masjidil Haram, maupun di area perluasan masjid.
- Jaga Barang Bawaan: Selalu perhatikan tas atau barang bawaan Anda saat shalat, terutama di tempat ramai. Gunakan tas selempang yang aman.
- Kondisi Fisik: Jika Anda lansia atau memiliki kondisi fisik kurang prima, mintalah bantuan pendamping untuk mencari tempat shalat yang lebih tenang atau gunakan kursi roda jika diperlukan.
- Minum Air: Setelah thawaf dan sebelum shalat, sempatkan minum air zamzam secukupnya untuk menjaga hidrasi tubuh, terutama saat cuaca panas.
- Fokus dan Khusyuk: Meskipun lingkungan ramai, usahakan untuk tetap fokus pada shalat Anda. Anggap keramaian sebagai bagian dari ujian kesabaran dalam beribadah.
Kesimpulan & Doa Khusus
Melaksanakan shalat dua rakaat setelah thawaf adalah penutup yang sempurna untuk ibadah thawaf Anda, mengikuti jejak Rasulullah SAW. Dengan memahami tata caranya dan tips praktis di lapangan, diharapkan setiap jamaah dapat melaksanakannya dengan khusyuk dan sempurna. Setelah shalat, jangan lupa untuk memanjatkan doa:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.)
