Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim

Shalat sunnah dua rakaat setelah tawaf, khususnya di belakang Maqam Ibrahim, adalah salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam ibadah umrah dan haji. Pelaksanaannya merupakan penyempurna tawaf dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian ibadah di Masjidil Haram, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Azhar 01 Hal 474. Amalan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Pengertian dan Hukum Dasar

Maqam Ibrahim adalah sebuah batu bekas pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah. Batu ini memiliki nilai sejarah dan keutamaan yang tinggi dalam Islam. Shalat sunnah di belakang Maqam Ibrahim adalah shalat dua rakaat yang dilaksanakan setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf mengelilingi Ka’bah. Hukum shalat ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan rukun atau wajib, namun sangat ditekankan pelaksanaannya karena merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan perintah Allah dalam Al-Qur’an.

Tata Cara dan Dalil

Pelaksanaan shalat sunnah ini memiliki urutan yang jelas agar ibadah kita diterima dan sempurna:

  • Selesai Tawaf: Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf mengelilingi Ka’bah, jamaah disunnahkan untuk beranjak menuju Maqam Ibrahim.
  • Menuju Lokasi: Berusahalah untuk shalat di belakang Maqam Ibrahim. Jika tidak memungkinkan karena keramaian, boleh shalat di mana saja di area Masjidil Haram yang memungkinkan, asalkan masih dalam pandangan ke Ka’bah.
  • Niat Shalat: Niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah tawaf dua rakaat.
  • Pelaksanaan Shalat:
    • Rakaat Pertama: Setelah takbiratul ihram dan membaca Surah Al-Fatihah, disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun.
    • Rakaat Kedua: Setelah takbiratul ihram dan membaca Surah Al-Fatihah, disunnahkan membaca Surah Al-Ikhlas.
  • Salam: Akhiri shalat dengan salam seperti shalat pada umumnya.

Dalil Naqli:
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125:
"…Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat."
Ayat ini menjadi landasan utama anjuran shalat di tempat tersebut. Selain itu, Rasulullah SAW juga selalu melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah tawaf.

Tabel Panduan Praktis

PerkaraKeutamaanBacaan Surat
Waktu PelaksanaanSegera setelah menyelesaikan 7 putaran tawaf.
Lokasi UtamaDi belakang Maqam Ibrahim.
Lokasi AlternatifDi mana saja di Masjidil Haram jika Maqam Ibrahim terlalu padat.
Rakaat PertamaMengikuti sunnah Nabi, meraih pahala besar.Al-Fatihah, kemudian Al-Kafirun.
Rakaat KeduaMenyempurnakan ibadah tawaf, tempat mustajab doa.Al-Fatihah, kemudian Al-Ikhlas.
HukumSunnah Muakkadah (sangat dianjurkan).

Tips Jamaah Indonesia

Kondisi Masjidil Haram, terutama di sekitar Maqam Ibrahim, seringkali sangat padat, khususnya saat musim haji atau umrah puncak. Untuk jamaah Indonesia, perhatikan tips berikut:

  • Jangan Memaksakan Diri: Jika area belakang Maqam Ibrahim sangat padat dan sulit dijangkau, jangan memaksakan diri hingga berdesakan atau membahayakan diri dan orang lain. Cukup shalat di area lain di Masjidil Haram yang lebih lapang, asalkan masih menghadap Ka’bah. Keutamaan shalat di belakang Maqam Ibrahim tetap bisa didapatkan meskipun tidak persis di titik tersebut.
  • Perhatikan Keselamatan: Terutama bagi lansia atau jamaah dengan kondisi fisik lemah, hindari kerumunan ekstrem. Cari tempat yang nyaman dan aman untuk shalat.
  • Jaga Barang Bawaan: Dalam keramaian, selalu waspada terhadap barang bawaan pribadi. Simpan di tempat yang aman dan mudah diawasi.
  • Fokus pada Kekhusyukan: Prioritaskan kekhusyukan dalam shalat, bukan hanya lokasi. Niat yang tulus dan shalat yang khusyuk lebih utama daripada memaksakan diri di lokasi tertentu namun terganggu.
  • Minum Air Secukupnya: Setelah tawaf dan sebelum shalat, pastikan Anda cukup terhidrasi, terutama di tengah cuaca panas.

Kesimpulan dan Doa Khusus

Shalat sunnah di belakang Maqam Ibrahim adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah tawaf. Meskipun demikian, kemudahan dalam beribadah juga menjadi pertimbangan syariat. Laksanakanlah dengan niat tulus dan penuh kekhusyukan, di mana pun tempat yang memungkinkan di dalam Masjidil Haram.

Doa setelah shalat sunnah tawaf:
"Allahumma innaka ta’lamu sirri wa ‘alaniyati faqbal ma’dzirati. Wa ta’lamu hajati fa’thini su’li. Wa ta’lamu ma fi nafsi faghfirli dzunubi. Allahumma inni as’aluka imanan da’iman yubasyiru qalbi, wa yaqinan shadiqan hatta a’lama annahu la yushibuni illa ma katabta li, waraddini bima qasamta li ya arhamar rahimin."
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui rahasiaku dan terang-teranganku, maka terimalah uzurku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka berilah permintaanku. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang kekal yang menyelimuti hatiku, dan keyakinan yang benar sehingga aku mengetahui bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan bagiku, dan jadikanlah aku ridha dengan apa yang telah Engkau berikan kepadaku, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.)

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment