Saat menjalankan ibadah umrah, banyak jamaah berkeinginan kuat untuk menyentuh Ka’bah, Baitullah yang suci. Namun, bagi jamaah yang sedang dalam keadaan ihram, terdapat sebuah perhatian khusus terkait larangan penggunaan wewangian. Menyentuh Kiswah (kain penutup Ka’bah) yang seringkali diberi parfum memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak melanggar larangan ihram. Para ulama telah membahas hal ini, sebagaimana disebutkan dalam Fathul Baari jilid 08 halaman 417, bahwa seorang yang sedang ihram tidak boleh memakai atau menyentuh wewangian.
Pengertian & Hukum Dasar
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah haji atau umrah, disertai dengan larangan-larangan tertentu (muharramat al-ihram) yang harus dipatuhi hingga tahallul. Salah satu larangan utama bagi laki-laki dan perempuan yang sedang ihram adalah menggunakan atau menyentuh wewangian, baik pada badan, pakaian, maupun makanan dan minuman. Menyentuh Ka’bah itu sendiri adalah perbuatan yang mubah (diperbolehkan) dan bahkan dianjurkan untuk mencari keberkahan, namun hukumnya menjadi makruh atau bahkan haram jika sentuhan tersebut menyebabkan seseorang terkena parfum Kiswah yang melanggar larangan ihram. Pelanggaran larangan wewangian secara sengaja dapat berakibat dikenakannya dam (denda).
Tata Cara & Dalil
Meskipun menyentuh Ka’bah adalah keinginan mulia, prioritas utama saat ihram adalah menjaga kemurnian ihram dari segala larangan. Berikut adalah panduan yang bisa diterapkan:
- Niatkan dengan Benar: Saat mendekati Ka’bah, niatkan untuk beribadah dan mencari keridhaan Allah SWT, bukan semata-mata untuk menyentuh fisik Ka’bah.
- Perhatikan Kondisi Kiswah: Kiswah, kain penutup Ka’bah, seringkali diberi wewangian khusus. Sebelum menyentuh, perhatikan apakah Kiswah tersebut basah atau tampak berkilau karena parfum.
- Hindari Sentuhan Langsung: Jika Anda melihat Kiswah berparfum, sebisa mungkin hindari sentuhan langsung dengan bagian yang berparfum. Lebih baik menyentuh bagian dinding Ka’bah yang tidak tertutup Kiswah atau yang diyakini tidak berparfum, seperti Hajar Aswad (dengan tetap menjaga adab dan tidak berdesakan secara berlebihan) atau Multazam (bagian antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah).
- Jika Terlanjur Terkena: Apabila tanpa sengaja tangan atau pakaian Anda terkena parfum dari Kiswah, segera bersihkan bagian yang terkena dengan air. Jangan digosok atau diusap-usap hingga wewangiannya menyebar. Cukup basuh dengan air bersih.
- Dalil Naqli: Larangan memakai wewangian saat ihram didasarkan pada banyak hadits, di antaranya adalah sabda Rasulullah SAW tentang seorang yang meninggal dunia saat ihram: "Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, dan kafanilah ia dengan dua kain ihramnya, dan jangan kalian beri wewangian kepadanya, dan jangan kalian tutup kepalanya, karena ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini secara jelas menunjukkan larangan penggunaan wewangian bagi orang yang ihram.
Tabel Panduan Praktis
| Langkah / Perkara | Keterangan / Hukum | Tips Praktis |
|---|---|---|
| Menyentuh Ka’bah saat ihram | Mubah (boleh), namun harus hati-hati terhadap parfum. | Utamakan ibadah tawaf dan menjaga ihram. |
| Kiswah (kain penutup Ka’bah) berparfum | Sentuhan yang menyebabkan parfum menempel adalah terlarang saat ihram. | Perhatikan apakah Kiswah tampak basah/berkilau, hindari bagian tersebut. |
| Jika tangan/pakaian terkena parfum Kiswah | Wajib segera dibersihkan. | Basuh dengan air bersih tanpa menggosok. Jangan panik. |
| Niat menyentuh Ka’bah | Niatkan untuk mencari keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah. | Jangan memaksakan diri jika berisiko melanggar larangan ihram. |
| Alternatif menyentuh | Menyentuh bagian dinding Ka’bah yang tidak tertutup Kiswah atau Hajar Aswad. | Lakukan dengan adab dan tanpa menyakiti orang lain. |
Tips Jamaah Indonesia
Bagi jamaah Indonesia, kondisi di sekitar Ka’bah yang padat seringkali menjadi tantangan tersendiri. Berikut beberapa tips praktis:
- Prioritaskan Keselamatan dan Adab: Jangan memaksakan diri untuk menyentuh Ka’bah jika kondisi sangat padat dan berisiko melanggar larangan ihram atau menyakiti jamaah lain. Prioritaskan tawaf dengan tenang dan khusyuk.
- Perhatikan Tangan dan Pakaian: Saat berada di dekat Ka’bah, usahakan tangan tidak menyentuh Kiswah secara tidak sengaja, terutama jika Anda melihatnya berparfum. Lipat lengan baju jika perlu untuk mengurangi area kontak.
- Bawa Tisu Basah Tanpa Parfum: Selalu siapkan tisu basah non-parfum di tas kecil Anda. Jika terlanjur terkena parfum Kiswah, Anda bisa segera membersihkannya dengan tisu tersebut atau air mineral.
- Edukasi Diri dan Rekan: Pahami betul larangan ihram, khususnya tentang parfum. Beri tahu juga rekan seperjalanan Anda agar saling mengingatkan.
- Fokus pada Esensi Ibadah: Ingatlah bahwa esensi ibadah umrah adalah ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT, bukan semata-mata pencapaian fisik seperti menyentuh Ka’bah. Keutamaan menjaga ihram jauh lebih tinggi.
Kesimpulan & Doa Khusus
Menyentuh Ka’bah adalah impian banyak Muslim, namun bagi yang sedang ihram, kehati-hatian terhadap wewangian pada Kiswah adalah sebuah kewajiban. Prioritaskan menjaga kemurnian ihram Anda di atas keinginan untuk menyentuh Ka’bah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memudahkan kita dalam menjalankan setiap rukunnya.
Doa: "Ya Allah, jadikanlah umrah kami umrah yang mabrur, sa’i kami sa’i yang masykur, dosa kami diampuni, dan amal kami diterima."
