Berjalan dengan tenang (sakinah) saat melaksanakan Tawaf Ifadhah adalah sebuah anjuran penting dalam manasik haji dan umrah. Hal ini bukan sekadar etika, melainkan sebuah prinsip yang menjaga keselamatan dan kekhusyukan ibadah. Sumber rujukan utama untuk pemahaman ini dapat ditemukan dalam kitab Fathul Baari Jilid 09 Halaman 258, yang menekankan pentingnya menghindari terburu-buru yang dapat membahayakan diri sendiri maupun jamaah lain.
Pengertian & Hukum Dasar
Tawaf Ifadhah adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Tawaf ini merupakan penentu sahnya haji seseorang. Sementara itu, "sakinah" dalam konteks ini berarti ketenangan, ketentraman, dan tidak terburu-buru dalam melangkah. Hukum berjalan dengan sakinah saat Tawaf Ifadhah adalah sunnah muakkadah, yang sangat dianjurkan. Namun, menghindari perbuatan yang membahayakan diri dan orang lain (seperti terburu-buru hingga menyebabkan jatuh atau desakan) adalah wajib hukumnya. Menjaga sakinah juga merupakan bagian dari adab beribadah di Baitullah.
Tata Cara & Dalil
Pelaksanaan Tawaf Ifadhah dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Untuk menjaga sakinah, berikut adalah tata caranya:
- Niatkan dengan Ikhlas: Mulailah tawaf dengan niat yang tulus karena Allah SWT, memohon kemudahan dan keberkahan.
- Melangkah Perlahan: Saat memulai putaran pertama hingga ketujuh, langkahkan kaki dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan perhatikan langkah kaki jamaah di sekitar Anda.
- Fokus pada Dzikir dan Doa: Manfaatkan waktu tawaf untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau memanjatkan doa-doa. Fokus pada ibadah akan membantu menjaga ketenangan batin.
- Hindari Dorong-mendorong: Jika kondisi padat, usahakan untuk tidak mendorong atau menyikut jamaah lain. Beri ruang secukupnya dan bersabar.
- Jaga Pandangan: Arahkan pandangan ke Ka’bah atau ke depan, hindari melihat ke belakang atau ke samping secara berlebihan yang dapat mengganggu konsentrasi dan keseimbangan.
Dalil umum yang menjadi landasan prinsip ketenangan dalam ibadah, khususnya haji, adalah sabda Rasulullah SAW:
"Apabila kalian berangkat dari Arafah, maka berjalanlah dengan tenang." (HR. Bukhari dan Muslim). Meskipun hadits ini spesifik untuk perjalanan dari Arafah, semangat ketenangan (sakinah) ini meluas ke seluruh rangkaian ibadah haji, termasuk Tawaf Ifadhah, demi keselamatan dan kekhusyukan.
Tabel Panduan Praktis
| Langkah / Perkara | Keterangan / Hukum | Tips Praktis |
|---|---|---|
| Berjalan Terburu-buru | Makruh, bahkan haram jika membahayakan diri/orang lain. | Hindari lari atau berjalan terlalu cepat, terutama di area padat. |
| Menjaga Sakinah | Sunnah Muakkadah, bagian dari adab ibadah. | Atur napas, fokus pada dzikir, dan perhatikan langkah kaki. |
| Mendorong Jamaah Lain | Haram jika menyebabkan bahaya atau menyakiti. | Beri ruang, ucapkan "permisi" jika ingin lewat, dan bersabar. |
| Berhenti Mendadak | Hindari, dapat menyebabkan tabrakan beruntun. | Jika harus berhenti, menepilah ke sisi atau beri isyarat kepada yang di belakang. |
| Membawa Barang Berlebihan | Makruh, dapat menghambat pergerakan. | Bawa barang seperlunya, gunakan tas pinggang atau ransel kecil. |
Tips Jamaah Indonesia
Bagi jamaah Indonesia, terutama yang baru pertama kali melaksanakan haji atau umrah, kondisi di Masjidil Haram saat Tawaf Ifadhah bisa sangat padat. Berikut adalah beberapa tips praktis:
- Berangkat Lebih Awal: Jika memungkinkan, pilih waktu tawaf yang cenderung lebih lengang, biasanya setelah tengah malam hingga menjelang Subuh, atau di luar jam-jam puncak.
- Jaga Kelompok: Usahakan tetap bersama rombongan atau pasangan. Gunakan penanda yang mudah dikenali seperti syal atau rompi seragam.
- Prioritaskan Keselamatan: Jika kondisi sangat padat dan sulit menjaga sakinah, tidak mengapa untuk sedikit menjauh dari Ka’bah (di lingkaran luar) agar lebih leluasa bergerak dan terhindar dari desakan.
- Minum Air Secukupnya: Cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan, yang bisa memicu keinginan untuk terburu-buru. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
- Perhatikan Lansia dan Anak-anak: Jika Anda membawa lansia atau anak-anak, berikan perhatian ekstra. Gandeng mereka erat dan pastikan mereka tidak terpisah atau terdorong. Pertimbangkan penggunaan kursi roda jika diperlukan untuk lansia.
- Istirahat Sejenak: Jika merasa sangat lelah atau sesak, menepilah sejenak untuk beristirahat dan minum, lalu lanjutkan tawaf setelah merasa lebih baik.
Kesimpulan & Doa Khusus
Menjaga ketenangan (sakinah) saat Tawaf Ifadhah adalah manifestasi dari ketaatan dan adab seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Ini bukan hanya tentang memenuhi rukun ibadah, tetapi juga tentang menjaga keselamatan dan kenyamanan sesama jamaah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memudahkan setiap langkah kita dalam menunaikan haji dan umrah.
Doa yang bisa dipanjatkan saat tawaf:
"Allahumma inni as’aluka ridhaka wal jannah, wa a’udzubika min sakhathika wannar."
(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan neraka.)
