Thawaf Wada’ (Perpisahan)

Thawaf Wada’ adalah thawaf perpisahan yang wajib dilakukan oleh setiap jamaah haji atau umrah sebelum meninggalkan kota Makkah menuju kampung halaman atau kota lain, sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan terakhir dengan Baitullah. Kewajiban ini merupakan salah satu syiar ibadah yang sangat ditekankan, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat dan fatwa ulama, termasuk yang diulas dalam Fathul Baari 10 Hal 468. Pelaksanaannya menjadi penutup rangkaian ibadah di Tanah Suci bagi mereka yang akan pulang.

PENGERTIAN & HUKUM DASAR

Thawaf Wada’ secara harfiah berarti "thawaf perpisahan". Ini adalah ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran yang dilakukan oleh jamaah haji atau umrah sesaat sebelum mereka meninggalkan Makkah. Hukum Thawaf Wada’ adalah wajib bagi setiap jamaah yang akan meninggalkan Makkah setelah menyelesaikan ibadah haji atau umrahnya. Meninggalkannya tanpa uzur syar’i dapat menyebabkan dikenakannya dam (denda).

TATA CARA & DALIL

Pelaksanaan Thawaf Wada’ memiliki tata cara yang serupa dengan thawaf lainnya, namun dengan niat khusus untuk perpisahan. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Niat: Niatkan dalam hati untuk melakukan Thawaf Wada’ karena Allah SWT.
  • Memulai dari Hajar Aswad: Mulailah thawaf dari sudut Hajar Aswad dengan menghadapnya, kemudian mencium, menyentuh, atau memberi isyarat kepadanya sambil mengucapkan "Bismillahi Allahu Akbar".
  • Tujuh Putaran: Lakukan thawaf sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri.
  • Doa & Dzikir: Selama thawaf, perbanyaklah doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di setiap putaran, namun dianjurkan membaca doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: "Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar."
  • Tidak Ada Raml & Idtiba’: Pada Thawaf Wada’, tidak disunnahkan melakukan raml (berjalan cepat/lari-lari kecil) dan idtiba’ (membuka bahu kanan). Lakukan thawaf dengan berjalan biasa.
  • Salat Dua Raka’at: Setelah menyelesaikan tujuh putaran, disunnahkan salat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim (jika memungkinkan) atau di mana saja di dalam Masjidil Haram.
  • Minum Air Zamzam: Dianjurkan minum air Zamzam setelah salat.
  • Multazam (Opsional): Jika memungkinkan, dianjurkan untuk berdoa di Multazam (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) dengan memegang Ka’bah dan merapatkan dada.
  • Meninggalkan Makkah: Setelah Thawaf Wada’, segera tinggalkan Makkah. Jika masih ada keperluan mendesak yang menyebabkan penundaan keberangkatan, Thawaf Wada’ tersebut masih sah. Namun, jika penundaan berlangsung lama dan ada niat untuk menetap sebentar, sebagian ulama menganjurkan untuk mengulang Thawaf Wada’ sebelum benar-benar berangkat.

Dalil Naqli:
Kewajiban Thawaf Wada’ didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:
"Tidaklah seseorang meninggalkan Makkah melainkan yang terakhir dilakukannya adalah thawaf di Baitullah." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Manusia diperintahkan agar akhir dari perjalanan mereka adalah thawaf di Baitullah, kecuali bagi wanita haid, mereka diberi keringanan." (HR Bukhari dan Muslim)

TABEL PANDUAN PRAKTIS THAWAF WADA’

PerkaraKeterangan / HukumTips Praktis
Wajib MelaksanakanSetiap jamaah haji atau umrah yang akan meninggalkan Makkah untuk kembali ke kampung halaman atau menuju kota lain (selain Jeddah jika hanya transit bandara).Pastikan semua barang bawaan sudah siap, koper sudah diatur, dan tidak ada lagi keperluan yang mengharuskan kembali ke Makkah setelah thawaf ini.
Gugur Kewajibannya1. Wanita Haid/Nifas: Tidak wajib thawaf wada’ dan tidak ada dam atau qadha.
2. Penduduk Makkah: Tidak wajib karena Makkah adalah tempat tinggal mereka.
3. Jamaah yang transit di Jeddah: Jika tujuan akhirnya adalah pulang ke tanah air dan hanya transit di Jeddah untuk penerbangan, tidak wajib mengulang thawaf jika sudah melaksanakannya di Makkah.
4. Jamaah yang kembali ke Makkah: Jika setelah thawaf wada’ ke Jeddah, kemudian ada keperluan mendesak yang membuatnya harus kembali ke Makkah (misal barang tertinggal), thawaf wada’nya tidak batal, namun sebaiknya langsung menuju bandara setelah urusan selesai.
Bagi wanita haid/nifas, cukup berpamitan dari luar Masjidil Haram atau di pintu gerbang. Tidak perlu merasa bersalah atau khawatir.

TIPS JAMAAH INDONESIA

  1. Persiapan Matang: Lakukan Thawaf Wada’ setelah semua urusan di Makkah selesai, koper sudah siap, dan tidak ada lagi rencana kembali ke hotel atau tempat lain. Ini untuk memastikan Anda bisa langsung menuju bandara atau titik keberangkatan.
  2. Waktu Pelaksanaan: Pilih waktu yang relatif lengang, seperti setelah subuh atau menjelang tengah malam, untuk menghindari kerumunan ekstrem, terutama jika Anda membawa lansia atau anak-anak.
  3. Kondisi Fisik: Jika kondisi fisik kurang prima, pertimbangkan untuk menggunakan kursi roda (dengan pendorong) untuk thawaf. Pastikan pendorongnya adalah mahram atau orang yang terpercaya.
  4. Barang Bawaan: Hindari membawa tas atau barang bawaan yang besar saat thawaf. Cukup bawa tas kecil berisi perlengkapan pribadi yang penting.
  5. Doa Perpisahan: Manfaatkan momen Thawaf Wada’ ini untuk bermunajat dan memohon agar Allah menerima ibadah Anda serta diberikan kesempatan untuk kembali lagi ke Tanah Suci.

KESIMPULAN & DOA KHUSUS

Thawaf Wada’ adalah penutup yang indah dari rangkaian ibadah di Tanah Suci, sebuah momen perpisahan penuh haru dengan Baitullah. Melaksanakannya adalah kewajiban yang menunjukkan penghormatan terakhir kita kepada rumah Allah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita semua dan mengampuni segala dosa.

Doa yang dianjurkan saat berpisah dengan Ka’bah:
"Allahumma la taj’alhu akhiro al-‘ahdi bi baitikal haram, wa in ja’altahu akhiro al-‘ahdi fa’tiniya bi ziyaratihi marratan ba’da marratin."
(Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai akhir pertemuanku dengan Bait-Mu yang mulia. Sekiranya Engkau menjadikannya yang terakhir, maka berikanlah aku kesempatan untuk mengunjunginya kembali berulang kali.)

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment