Keberangkatan dari Mina menuju Arafah merupakan salah satu tahapan krusial dalam rangkaian ibadah haji, yang menjadi puncak dari seluruh manasik. Berdasarkan rujukan dari Fathul Baari jilid 09 halaman 231, sunnah bagi jamaah adalah berangkat menuju Arafah setelah matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini memastikan jamaah tiba di Arafah pada siang hari untuk melaksanakan wukuf.
PENGERTIAN & HUKUM DASAR
Arafah adalah sebuah padang luas di luar batas Tanah Haram, sekitar 20 km dari Mekkah. Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling agung dan inti dari ibadah haji itu sendiri, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Al-Hajju Arafah" (Haji itu adalah Arafah). Tanpa wukuf di Arafah, haji seseorang tidak sah. Sementara itu, keberangkatan dari Mina ke Arafah pada waktu yang disunnahkan, yaitu setelah terbit matahari, adalah bagian dari sunnah manasik haji yang dianjurkan untuk diikuti demi kesempurnaan ibadah.
TATA CARA & DALIL
Pelaksanaan keberangkatan dari Mina ke Arafah memiliki tata cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW:
- Persiapan di Mina: Setelah melaksanakan shalat Subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah di Mina, jamaah bersiap-siap untuk keberangkatan. Disunnahkan untuk tetap berzikir dan berdoa.
- Waktu Keberangkatan: Rasulullah SAW berangkat dari Mina menuju Arafah setelah matahari terbit. Ini adalah waktu yang disunnahkan untuk memulai perjalanan.
- Perjalanan Menuju Arafah: Sepanjang perjalanan, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak talbiyah, zikir, dan doa hingga tiba di Arafah.
Dalil yang menjadi landasan adalah hadits dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kisah Haji Wada’ Rasulullah SAW, di mana beliau bersabda: "Kemudian Rasulullah SAW berdiam di Mina hingga matahari terbit, lalu beliau memerintahkan untuk memasang tenda di Namirah (sebuah tempat di dekat Arafah), lalu beliau berangkat dari Mina." (Hadits ini dan penjelasannya banyak diulas dalam kitab-kitab syarah hadits seperti Fathul Baari, yang menguatkan sunnah keberangkatan setelah terbit matahari).
TABEL PANDUAN PRAKTIS
| Langkah / Perkara | Keterangan / Hukum | Tips Praktis |
|---|---|---|
| Waktu Keberangkatan | Sunnah setelah terbit matahari pada 9 Dzulhijjah | Jangan terburu-buru berangkat sebelum terbit matahari, bersabarlah dan siapkan diri. |
| Persiapan di Mina | Bersiap setelah shalat Subuh | Pastikan semua perlengkapan pribadi (air, obat, bekal ringan) sudah siap. |
| Perjalanan | Menuju Arafah sambil berzikir dan berdoa | Jaga rombongan, jangan terpencar, manfaatkan waktu perjalanan untuk ibadah. |
TIPS JAMAAH INDONESIA
Bagi jamaah Indonesia, keberangkatan ke Arafah seringkali diwarnai dengan tantangan tersendiri:
- Antisipasi Kepadatan: Jalan menuju Arafah akan sangat padat. Siapkan mental untuk kemacetan panjang. Jangan panik dan tetap tenang.
- Jaga Kesehatan: Cuaca di Arafah bisa sangat panas. Pastikan membawa cukup air minum, topi, payung, dan semprotan air untuk menjaga hidrasi dan suhu tubuh.
- Koordinasi Rombongan: Selalu ikuti instruksi ketua rombongan atau Muthawif. Jangan memisahkan diri dari kelompok. Gunakan penanda rombongan yang jelas.
- Kesabaran: Perjalanan mungkin memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Manfaatkan waktu ini untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, atau mendengarkan ceramah dari Muthawif.
- Bekal Ringan: Bawa bekal makanan ringan yang cukup dan mudah dikonsumsi, terutama bagi lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan khusus.
KESIMPULAN & DOA KHUSUS
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam setiap tahapan haji adalah bentuk kecintaan dan upaya meraih haji yang mabrur. Keberangkatan ke Arafah setelah terbit matahari adalah salah satu sunnah yang patut kita jaga. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan perjalanan ibadah kita dan menerima seluruh amal kebaikan.
Doa: "Allahumma yassir lana hajjan mabruran wa sa’yan masykuran wa dzanban maghfuran." (Ya Allah, mudahkanlah bagi kami haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri, dan dosa yang diampuni.)
