Tata Cara Bertolak dari Arafah (Ifadhah)

Setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, salah satu tahapan penting dalam ibadah haji adalah bertolak atau ifadhah menuju Muzdalifah. Proses ini merupakan perpindahan massal jamaah haji yang harus dilakukan sesuai sunnah dan dengan penuh ketenangan, sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Baari 09 Hal 253. Inti dari ifadhah adalah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah, untuk kemudian bermalam dan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak qashar di sana.

Pengertian dan Hukum Dasar Ifadhah

Secara bahasa, "ifadhah" berarti melimpah atau berangkat dengan cepat. Dalam konteks manasik haji, ifadhah dari Arafah adalah keberangkatan jamaah haji dari Padang Arafah menuju Muzdalifah setelah wukuf. Hukum ifadhah dari Arafah ke Muzdalifah adalah wajib bagi jamaah haji. Meninggalkan ifadhah ini tanpa alasan syar’i yang dibenarkan dapat menyebabkan wajibnya membayar dam (denda).

Tata Cara dan Dalil Bertolak dari Arafah (Ifadhah)

Pelaksanaan ifadhah dari Arafah harus mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ agar ibadah kita sah dan diterima. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Menunggu Matahari Terbenam Sempurna: Jamaah wajib tetap berada di Arafah hingga matahari terbenam sempurna pada tanggal 9 Dzulhijjah. Tidak diperbolehkan bertolak sebelum waktu tersebut.
  • Bertolak dengan Tenang: Setelah matahari terbenam, mulailah bergerak menuju Muzdalifah dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan menghindari desak-desakan. Rasulullah ﷺ bersabda saat bertolak dari Arafah, "Wahai sekalian manusia, tenanglah! Tenanglah!" (HR. Muslim).
  • Tidak Melaksanakan Shalat Maghrib dan Isya di Arafah: Shalat Maghrib dan Isya tidak dilaksanakan di Arafah, melainkan ditunda dan dijamak qashar di Muzdalifah. Ini adalah sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
  • Memperbanyak Dzikir dan Talbiyah: Selama perjalanan menuju Muzdalifah, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, talbiyah ("Labbaik Allahumma Labbaik…"), istighfar, dan doa.
  • Menuju Muzdalifah: Ikuti jalur yang telah ditentukan menuju Muzdalifah. Setelah sampai di Muzdalifah, jamaah akan berhenti untuk bermalam (mabit) dan melaksanakan shalat Maghrib dan Isya secara jamak qashar.

Tabel Panduan Praktis Adab Perjalanan Menuju Muzdalifah

Langkah / PerkaraKeterangan / HukumTips Praktis
Waktu BertolakSetelah matahari terbenam sempurna (9 Dzulhijjah). Hukumnya wajib.Pastikan tidak ada lagi pancaran sinar matahari di ufuk. Bersabar menunggu instruksi.
Sikap PerjalananTenang, tidak tergesa-gesa, dan hindari dorong-mendorong. Sunnah Nabi.Jaga rombongan, pegang erat pasangan atau anggota keluarga. Ingat sabda Nabi: "Tenanglah!"
Shalat Maghrib & IsyaDitunda dan dijamak qashar di Muzdalifah. Sunnah Nabi.Jangan shalat di Arafah atau di tengah jalan. Fokus pada perjalanan dan dzikir.
Dzikir & DoaPerbanyak talbiyah, dzikir, istighfar, dan doa sepanjang perjalanan. Sunnah.Manfaatkan waktu perjalanan yang mungkin panjang untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Arah PerjalananIkuti jalur yang telah ditentukan menuju Muzdalifah. Wajib.Perhatikan petunjuk dari Muthawif, petugas, atau papan arah. Jangan menyimpang dari jalur.

Tips Khusus untuk Jamaah Indonesia

Perjalanan ifadhah dari Arafah ke Muzdalifah seringkali menjadi salah satu momen paling menantang karena kepadatan jamaah dan kondisi fisik yang mungkin sudah lelah. Berikut beberapa tips untuk jamaah Indonesia:

  • Waspada Kepadatan: Area keberangkatan dari Arafah sangat padat. Jaga barang bawaan, dompet, dan dokumen penting. Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar.
  • Jaga Rombongan: Pastikan selalu bersama rombongan atau kelompok Anda. Gunakan tanda pengenal atau atribut seragam agar mudah dikenali jika terpisah. Tetapkan titik kumpul jika terpisah.
  • Persiapan Fisik dan Logistik: Bawa bekal air minum yang cukup dan makanan ringan yang mudah dikonsumsi. Perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam, baik dengan bus maupun berjalan kaki.
  • Gunakan Transportasi yang Disediakan: Manfaatkan bus yang telah disediakan oleh maktab atau travel Anda. Jangan memaksakan diri berjalan kaki jika kondisi fisik tidak memungkinkan, terutama bagi lansia atau yang kurang sehat.
  • Sabar dan Ikhlas: Hadapi segala tantangan dengan sabar dan ikhlas. Ingatlah bahwa ini adalah bagian dari ibadah yang membutuhkan pengorbanan. Perbanyak dzikir dan doa agar diberi kemudahan.
  • Komunikasi: Pastikan alat komunikasi (ponsel) terisi penuh dan aktif. Simpan nomor penting Muthawif atau ketua rombongan.

Kesimpulan dan Doa Khusus

Ifadhah dari Arafah adalah tahap penting yang menandai berakhirnya wukuf dan dimulainya fase selanjutnya dalam ibadah haji. Lakukanlah dengan tenang, sabar, dan sesuai tuntunan sunnah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memudahkan setiap langkah perjalanan haji kita.

Doa yang bisa dipanjatkan selama perjalanan:
"اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُورًا وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُورًا"
(Allahummaj’al hajjana hajjan mabruura, wa sa’yanaa sa’yan masykuura, wa dzanbanaa dzanban maghfuuraa)
"Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, sa’i kami sa’i yang disyukuri, dan dosa kami dosa yang diampuni."

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment