Ramal, atau lari-lari kecil, adalah salah satu sunnah dalam ibadah thawaf yang dilakukan pada putaran-putaran tertentu. Prosedur ini dilakukan dengan melangkah cepat seperti berjingkat-jingkat, bukan berlari kencang, sebagai bentuk menunjukkan kekuatan dan semangat dalam beribadah. Tata cara ini merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW dan telah dijelaskan dalam berbagai kitab fiqih, termasuk dalam Bidayatul Mujtahid Jilid 1 Halaman 705.
PENGERTIAN & HUKUM DASAR
Ramal secara bahasa berarti melangkah cepat atau berjingkat-jingkat. Dalam konteks ibadah thawaf, Ramal adalah berjalan cepat dengan membusungkan dada dan memendekkan langkah, seolah-olah berlari kecil. Hukum melakukan Ramal adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi laki-laki pada tiga putaran pertama thawaf qudum (thawaf kedatangan) atau thawaf umrah, jika kondisi memungkinkan. Wanita tidak disunnahkan untuk melakukan Ramal.
TATA CARA & DALIL
Pelaksanaan Ramal dalam thawaf memiliki urutan yang spesifik dan berlandaskan pada praktik Rasulullah SAW dan para sahabat.
- Urutan Pelaksanaan:
- Ramal dilakukan hanya oleh laki-laki.
- Dimulai dari Hajar Aswad pada putaran pertama.
- Dilakukan pada tiga putaran pertama thawaf.
- Empat putaran selanjutnya (putaran ke-4 hingga ke-7) dilakukan dengan berjalan biasa.
- Jika kondisi tidak memungkinkan (misalnya sangat padat atau kondisi fisik tidak prima), maka tidak mengapa untuk tidak melakukan Ramal dan tetap berjalan biasa.
- Dalil Naqli:
Praktik Ramal ini didasarkan pada sunnah Rasulullah SAW. Ketika beliau dan para sahabat melakukan umrah qadha, mereka diperintahkan untuk melakukan Ramal di tiga putaran pertama thawaf untuk menunjukkan kekuatan kepada kaum musyrikin Makkah yang kala itu mengatakan bahwa kaum Muslimin lemah karena demam di Madinah. Meskipun alasan awalnya adalah menunjukkan kekuatan, praktik ini kemudian menjadi sunnah yang terus dilakukan.
Imam Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menjelaskan bahwa para ulama sepakat tentang pensyariatan Ramal dalam thawaf, meskipun ada sedikit perbedaan pendapat mengenai kapan dan di mana tepatnya Ramal dilakukan, namun mayoritas berpendapat pada tiga putaran pertama thawaf qudum/umrah.
TABEL PANDUAN PRAKTIS
Berikut adalah panduan praktis mengenai putaran mana yang disunnahkan untuk Ramal dan mana yang berjalan biasa:
| Putaran Thawaf | Jenis Langkah | Keterangan / Hukum | Tips Praktis |
|---|---|---|---|
| Putaran 1 | Ramal (Lari-lari Kecil) | Sunnah bagi laki-laki. Mulai dari Hajar Aswad. | Lakukan dengan semangat, sesuaikan kecepatan dengan kondisi keramaian. |
| Putaran 2 | Ramal (Lari-lari Kecil) | Sunnah bagi laki-laki. | Jaga stamina, fokus pada ibadah. |
| Putaran 3 | Ramal (Lari-lari Kecil) | Sunnah bagi laki-laki. | Ini adalah putaran terakhir Ramal, manfaatkan energi yang ada. |
| Putaran 4 | Jalan Biasa | Berjalan normal dan tenang. | Fokus pada doa dan dzikir, perhatikan sekitar. |
| Putaran 5 | Jalan Biasa | Berjalan normal dan tenang. | Jaga konsentrasi dan kekhusyukan. |
| Putaran 6 | Jalan Biasa | Berjalan normal dan tenang. | Persiapkan diri untuk putaran terakhir. |
| Putaran 7 | Jalan Biasa | Berjalan normal dan tenang. | Putaran terakhir, selesaikan dengan tawadhu. |
TIPS JAMAAH INDONESIA
Bagi jamaah Indonesia, melakukan Ramal di tengah kepadatan Masjidil Haram memerlukan beberapa tips khusus:
- Perhatikan Kondisi Keramaian: Jika area Mataf (tempat thawaf) sangat padat, utamakan keselamatan dan kelancaran thawaf. Tidak mengapa untuk tidak melakukan Ramal jika berisiko menyakiti diri sendiri atau orang lain.
- Jaga Jarak Aman: Saat Ramal, usahakan menjaga jarak aman dengan jamaah lain untuk menghindari senggolan atau tabrakan.
- Fokus pada Niat: Ingatlah bahwa Ramal adalah sunnah. Niatkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, namun jangan sampai memberatkan diri hingga mengganggu kekhusyukan atau menyebabkan kelelahan berlebihan.
- Kondisi Fisik: Bagi jamaah lansia atau yang memiliki kondisi fisik kurang prima, disarankan untuk tidak memaksakan diri melakukan Ramal. Berjalan biasa dengan tenang adalah lebih utama daripada memaksakan sunnah namun membahayakan kesehatan.
- Minum Air Secukupnya: Thawaf bisa sangat menguras energi, apalagi dengan Ramal. Pastikan untuk tetap terhidrasi dengan baik sebelum dan sesudah thawaf.
KESIMPULAN & DOA KHUSUS
Ramal adalah sunnah yang indah dalam thawaf, menunjukkan semangat dan kekuatan seorang Muslim dalam beribadah kepada Allah SWT. Lakukanlah dengan penuh kesadaran dan niat mengikuti jejak Rasulullah SAW, dengan tetap memperhatikan kondisi pribadi dan lingkungan. Semoga setiap langkah kita dalam thawaf, baik Ramal maupun jalan biasa, diterima sebagai ibadah yang mabrur.
Doa saat memulai thawaf dan Ramal:
"Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma imanan bika wa tashdiqan bikitabika wa wafa’an bi ‘ahdika wa ittiba’an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam."
(Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku thawaf) karena iman kepada-Mu, membenarkan Kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.)
