Menyentuh Hajar Aswad dengan Tongkat

Bagi jamaah yang kesulitan mendekat dan menyentuh Hajar Aswad secara langsung karena padatnya kondisi di sekitar Ka’bah, syariat Islam memberikan kemudahan. Anda dapat menyentuh atau menunjuk Hajar Aswad menggunakan tongkat atau benda sejenis, kemudian mencium ujung tongkat tersebut. Tata cara ini merupakan solusi praktis yang disunnahkan, sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Baari 09 Hal 115 yang merujuk pada praktik Rasulullah SAW dan para sahabat.

Pengertian dan Hukum Dasar

Hajar Aswad adalah batu mulia berwarna hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah. Menyentuh dan mencium Hajar Aswad merupakan salah satu sunnah dalam ibadah tawaf, yang dilakukan pada setiap putaran tawaf jika memungkinkan. Tindakan ini bukan untuk menyembah batu, melainkan sebagai bentuk ittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah SAW dan penghormatan terhadap syiar Allah. Hukum dasar menyentuh atau mencium Hajar Aswad adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi yang mampu dan tidak menimbulkan mudarat atau menyakiti orang lain. Jika tidak mampu, maka cukup dengan memberi isyarat dari jauh.

Tata Cara dan Dalil

Pelaksanaan sunnah menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat ini memiliki landasan yang kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW dan praktik para sahabat, khususnya ketika kondisi tidak memungkinkan untuk mendekat secara langsung.

  • Urutan Pelaksanaan:

    • Niat: Niatkan dalam hati untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam menghormati Hajar Aswad.
    • Dekati Hajar Aswad (Semampu Mungkin): Berusahalah mendekat ke arah Hajar Aswad tanpa memaksakan diri atau menyakiti orang lain.
    • Gunakan Tongkat/Benda Sejenis: Jika tidak bisa menyentuh langsung, gunakan tongkat, payung, atau benda panjang lainnya yang bersih.
    • Sentuhkan Ujung Tongkat: Sentuhkan ujung tongkat tersebut ke Hajar Aswad.
    • Cium Ujung Tongkat: Setelah menyentuh Hajar Aswad, tarik kembali tongkat tersebut dan cium ujung yang tadi menyentuh Hajar Aswad. Ini adalah pengganti mencium Hajar Aswad secara langsung.
    • Bertakbir: Saat melakukan ini, disunnahkan untuk mengucapkan "Allahu Akbar".
  • Dalil Naqli:
    Praktik ini diriwayatkan dalam beberapa hadits, salah satunya yang disebutkan dalam Fathul Baari 09 Hal 115 adalah tentang praktik Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.
    Imam Bukhari meriwayatkan dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma apabila datang ke Hajar Aswad, beliau menyentuhnya dengan tongkatnya, lalu mencium tongkat tersebut. Beliau berkata: "Aku melihat Rasulullah SAW melakukan hal itu." (Hadits ini menunjukkan kebolehan dan sunnahnya praktik ini).
    Juga diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika tawaf dan tidak bisa mendekat ke Hajar Aswad, beliau menunjuknya dengan tongkatnya kemudian mencium ujung tongkat tersebut.

Tabel Panduan Praktis

Langkah / PerkaraKeterangan / HukumTips Praktis
Tidak Bisa Mendekat LangsungHukum: Diperbolehkan dan disunnahkan mencari alternatif.Jangan memaksakan diri berdesakan hingga menyakiti orang lain atau diri sendiri.
Menggunakan Tongkat/MahjanHukum: Sunnah, mengikuti praktik Nabi SAW dan sahabat.Pastikan tongkat bersih dan tidak membahayakan jamaah lain. Payung atau tongkat selfie bisa digunakan jika darurat.
Menyentuhkan Tongkat ke Hajar AswadHukum: Menggantikan sentuhan langsung.Lakukan dengan tenang dan fokus, hindari gerakan tiba-tiba.
Mencium Ujung TongkatHukum: Sunnah, sebagai pengganti mencium Hajar Aswad.Lakukan segera setelah tongkat menyentuh Hajar Aswad.
Memberi Isyarat dari JauhHukum: Boleh jika tidak ada tongkat atau terlalu jauh.Angkat tangan kanan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan "Allahu Akbar".

Tips Jamaah Indonesia

  • Prioritaskan Keselamatan: Kondisi di sekitar Hajar Aswad seringkali sangat padat, terutama pada musim puncak umrah atau haji. Jangan memaksakan diri jika berisiko jatuh, terinjak, atau terpisah dari rombongan. Keselamatan adalah prioritas utama.
  • Gunakan Tongkat yang Tepat: Jika membawa tongkat, pastikan ukurannya tidak terlalu panjang atau runcing yang bisa membahayakan jamaah lain. Tongkat lipat atau payung kecil bisa menjadi alternatif yang lebih aman.
  • Perhatikan Rombongan: Khususnya bagi lansia atau jamaah dengan kondisi fisik terbatas, selalu dampingi mereka. Jika sulit mendekat, cukup beri isyarat dari jauh.
  • Hindari Emosi Berlebihan: Keinginan untuk menyentuh Hajar Aswad kadang membuat jamaah menjadi emosional dan kurang memperhatikan sekitarnya. Ingatlah bahwa ibadah harus dilakukan dengan tenang dan khusyuk.
  • Manfaatkan Waktu Luang: Jika Anda sangat ingin menyentuh Hajar Aswad secara langsung, coba datang pada waktu-waktu yang relatif sepi, seperti setelah shalat Isya menjelang tengah malam, atau dini hari sebelum shalat Subuh, meskipun tetap akan ada keramaian.

Kesimpulan dan Doa Khusus

Menyentuh Hajar Aswad adalah sunnah yang sangat dianjurkan, namun kemudahan dalam syariat Islam memungkinkan kita untuk tetap meraih keutamaannya meski tidak bisa menyentuh secara langsung. Menggunakan tongkat atau memberi isyarat dari jauh adalah solusi syar’i yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Yang terpenting adalah niat tulus dan mengikuti sunnah tanpa menimbulkan mudarat.

Doa yang bisa dibaca saat melewati Hajar Aswad:
"بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ" (Bismillahi Wallahu Akbar)
Artinya: "Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar."

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment