Urutan Melempar Tiga Jumrah

Melempar jumrah merupakan salah satu rukun wajib dalam ibadah haji yang dilaksanakan di Mina pada hari-hari Tasyrik. Tata cara melempar jumrah yang benar adalah dengan mengikuti urutan yang telah ditetapkan, yaitu dimulai dari Jumrah Ula, kemudian Jumrah Wustha, dan terakhir Jumrah Aqabah. Urutan ini tidak boleh dibalik atau dilewati, sebab akan mempengaruhi keabsahan lemparan jumrah Anda. Penjelasan ini sejalan dengan pandangan dalam kitab Bidayatul Mujtahid 1 Hal 732, yang menekankan pentingnya tertib dalam pelaksanaan ritual ini.

Melempar jumrah adalah ritual melontarkan kerikil ke tugu-tugu yang melambangkan setan di Mina. Ritual ini merupakan simbolisasi perlawanan terhadap godaan setan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Hukum melempar jumrah adalah wajib bagi jamaah haji, dan meninggalkannya tanpa uzur syar’i akan dikenakan dam (denda). Ini adalah bagian integral dari manasik haji yang harus dilaksanakan dengan benar dan tertib.

Berikut adalah tata cara melempar tiga jumrah secara berurutan:

  • Persiapan: Pastikan Anda telah mengumpulkan kerikil sebanyak minimal 21 buah (7 untuk setiap jumrah) yang bersih dan berukuran tidak terlalu besar atau kecil.
  • Jumrah Ula:
    • Datanglah ke lokasi Jumrah Ula (yang paling dekat dengan Masjid Khaif).
    • Berdiri sekitar 5-10 meter dari tugu, menghadap kiblat, dengan tugu berada di sisi kanan Anda.
    • Lemparkan 7 kerikil satu per satu, sambil setiap kali melempar membaca "Bismillahi Allahu Akbar" atau "Allahu Akbar".
    • Setelah selesai melempar 7 kerikil, disunnahkan untuk berhenti sejenak (sekitar dua kali bacaan Surat Al-Baqarah) menghadap kiblat untuk berdoa dengan khusyuk.
  • Jumrah Wustha:
    • Berjalanlah menuju Jumrah Wustha (yang berada di tengah).
    • Ulangi langkah yang sama seperti di Jumrah Ula: lemparkan 7 kerikil satu per satu sambil membaca takbir.
    • Setelah selesai melempar 7 kerikil, disunnahkan kembali untuk berhenti sejenak menghadap kiblat dan berdoa.
  • Jumrah Aqabah (Jumrah Kubra):
    • Lanjutkan perjalanan ke Jumrah Aqabah (yang paling dekat dengan Makkah).
    • Lemparkan 7 kerikil satu per satu sambil membaca takbir.
    • Berbeda dengan Ula dan Wustha, setelah selesai melempar 7 kerikil di Jumrah Aqabah, tidak disunnahkan untuk berhenti dan berdoa. Anda bisa langsung meninggalkan lokasi.

Dalil yang menjadi landasan tata cara ini adalah hadits dari Abdullah bin Umar RA: "Aku melihat Nabi SAW melempar jumrah Ula, kemudian berdiri menghadap kiblat dan berdoa lama. Lalu melempar jumrah Wustha, kemudian berdiri menghadap kiblat dan berdoa lama. Kemudian melempar jumrah Aqabah, lalu pergi dan tidak berdiri di sana." (HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut adalah peta urutan melempar jumrah yang praktis:

Langkah / PerkaraKeterangan / HukumTips Praktis
Jumrah UlaWajib 7 kerikil, disunnahkan berdoa setelahnya.Lokasi paling awal, dekat Masjid Khaif. Berdoa lama setelah melempar.
Jumrah WusthaWajib 7 kerikil, disunnahkan berdoa setelahnya.Lokasi di tengah. Berdoa lama setelah melempar.
Jumrah AqabahWajib 7 kerikil, tidak disunnahkan berdoa setelahnya.Lokasi paling akhir, dekat Makkah. Langsung bergerak setelah melempar.
Waktu PelaksanaanSetelah tergelincir matahari (Dzuhur) pada hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).Hindari puncak keramaian (setelah Dzuhur hingga Ashar) jika memungkinkan.

Untuk jamaah Indonesia, kondisi di Mina saat melempar jumrah seringkali sangat padat, terutama pada hari pertama Tasyrik dan setelah waktu Dzuhur. Berikut adalah beberapa tips praktis:

  1. Pilih Waktu yang Tepat: Jika memungkinkan dan sesuai jadwal rombongan, pertimbangkan untuk melempar jumrah pada waktu yang lebih lengang, seperti pagi hari (setelah Subuh hingga sebelum Dzuhur) atau malam hari (setelah Isya hingga tengah malam). Namun, pastikan waktu tersebut masih dalam rentang waktu yang diperbolehkan secara syar’i.
  2. Jaga Kesehatan dan Stamina: Bawa air minum yang cukup, gunakan topi atau payung untuk melindungi dari sengatan matahari, dan kenakan masker untuk mengurangi risiko penularan penyakit di tengah keramaian.
  3. Tetap Bersama Rombongan: Jangan memisahkan diri dari rombongan atau muthawif. Gunakan tanda pengenal rombongan agar mudah dikenali. Jika terpisah, sepakati titik pertemuan.
  4. Siapkan Kerikil: Pastikan kerikil sudah disiapkan dari Muzdalifah atau Mina sebelum berangkat ke Jamarat. Jangan memungut kerikil di area Jamarat karena dikhawatirkan sudah pernah digunakan atau tidak bersih.
  5. Sabar dan Tenang: Keramaian bisa memicu emosi. Tetaplah tenang, sabar, dan hindari dorong-mendorong. Beri prioritas kepada lansia dan jamaah yang lemah.
  6. Fokus pada Ibadah: Ingatlah bahwa ini adalah ibadah. Fokus pada niat dan tata cara yang benar, bukan pada keramaian di sekitar.

Melempar jumrah dengan tertib sesuai urutan Ula, Wustha, dan Aqabah adalah kunci kesempurnaan ibadah haji Anda. Dengan memahami tata cara dan tips praktis ini, diharapkan jamaah dapat melaksanakan rukun wajib ini dengan lancar dan mabrur. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita. Aamiin.

"Allahummaj’alhu hajjan mabruran wa sa’yan masyukuran wa dzanban maghfuran."
(Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri, dan dosa yang diampuni.)

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment