Tata Cara Haji Ifrad

Haji Ifrad adalah salah satu jenis pelaksanaan ibadah haji yang memisahkan antara ibadah haji dan umrah. Dalam pelaksanaannya, jamaah yang memilih haji ifrad akan menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, kemudian baru menunaikan ibadah umrah setelah selesai seluruh rangkaian haji. Jenis haji ini tidak mewajibkan pembayaran dam (denda) karena tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Landasan manasik ini, di antaranya, dijelaskan dalam kitab Bidayatul Mujtahid 1 Hal 694.

Pengertian dan Hukum Dasar Haji Ifrad

Secara bahasa, "Ifrad" berarti memisahkan atau menyendirikan. Dalam konteks haji, Haji Ifrad adalah menunaikan ibadah haji secara terpisah dari ibadah umrah. Artinya, seseorang berihram untuk haji saja, menyelesaikan seluruh rangkaian haji, lalu setelah tahallul dan keluar dari ihram haji, ia bisa berihram lagi untuk umrah jika ingin melaksanakannya di tahun yang sama. Hukum melaksanakan Haji Ifrad adalah sah dan diperbolehkan dalam syariat Islam, bahkan sebagian ulama menganggapnya sebagai jenis haji yang paling utama karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Tata Cara Pelaksanaan Haji Ifrad

Berikut adalah urutan pelaksanaan Haji Ifrad secara runtut:

  • Niat dan Ihram Haji: Jamaah memulai ihram haji dari miqat yang telah ditentukan dengan mengucapkan niat "Labbaika Hajjan" (Aku menyambut panggilan-Mu untuk haji). Setelah itu, jamaah dilarang melakukan larangan-larangan ihram.
  • Menuju Mekkah dan Thawaf Qudum: Setelah berihram, jamaah menuju Mekkah dan disunnahkan untuk melakukan Thawaf Qudum (thawaf kedatangan) sebagai penghormatan Baitullah, lalu dilanjutkan dengan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
  • Sa’i Haji: Setelah Thawaf Qudum, jamaah melakukan Sa’i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Sa’i ini adalah Sa’i haji dan tidak perlu diulang setelah Thawaf Ifadhah.
  • Menunggu Hari Arafah: Jamaah tetap dalam keadaan ihram dan menunggu datangnya hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan hari Arafah (9 Dzulhijjah).
  • Wukuf di Arafah: Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan Wukuf, yaitu berdiam diri di Arafah dari waktu Dzuhur hingga terbenam matahari. Ini adalah rukun haji yang paling agung, sebagaimana sabda Nabi SAW: "Haji itu adalah Arafah." (HR. Tirmidzi).
  • Mabit di Muzdalifah: Setelah matahari terbenam di Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam) dan mengumpulkan kerikil untuk melontar jumrah.
  • Melontar Jumrah Aqabah: Pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha), jamaah bergerak ke Mina untuk melontar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kerikil.
  • Tahallul Awal: Setelah melontar Jumrah Aqabah, jamaah mencukur atau memendekkan rambut (tahallul awal), sehingga sebagian larangan ihram sudah boleh dilakukan kecuali berhubungan suami istri.
  • Thawaf Ifadhah: Jamaah kembali ke Mekkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah, yaitu thawaf rukun haji. Setelah itu, jamaah melakukan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
  • Mabit di Mina dan Melontar Jumrah: Pada tanggal 11, 12, dan bagi yang nafar tsani juga 13 Dzulhijjah, jamaah kembali ke Mina untuk mabit dan melontar ketiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) masing-masing tujuh kerikil.
  • Tahallul Tsani: Setelah selesai melontar jumrah pada hari-hari tasyrik dan Thawaf Ifadhah, jamaah telah tahallul tsani (tahallul kedua) dan semua larangan ihram telah gugur.
  • Thawaf Wada’: Sebelum meninggalkan Mekkah, jamaah wajib melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).

Tabel Panduan Praktis Haji Ifrad

Langkah / PerkaraKeterangan / HukumTips Praktis

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment