Hukum Wanita Haid Melakukan Sa’i

Bagi wanita yang sedang dalam kondisi haid, pelaksanaan ibadah Sa’i dalam rangkaian umrah atau haji seringkali menimbulkan pertanyaan. Perlu dipahami bahwa wanita haid diperbolehkan untuk melaksanakan Sa’i karena kesucian dari hadats besar bukanlah syarat sahnya Sa’i, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Bidayatul Mujtahid jilid 1 halaman 718.

Pengertian & Hukum Dasar Sa’i

Sa’i secara bahasa berarti berjalan cepat atau berlari kecil. Dalam konteks ibadah haji dan umrah, Sa’i adalah ritual berjalan kaki bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah. Ritual ini merupakan salah satu rukun haji dan umrah, artinya jika ditinggalkan, maka haji atau umrahnya tidak sah dan wajib diulang. Sa’i merupakan simbol napak tilas perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

Tata Cara & Dalil Pelaksanaan Sa’i

Pelaksanaan Sa’i memiliki urutan yang telah ditetapkan berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Niat: Niatkan Sa’i karena Allah SWT. Niat cukup di dalam hati saat akan memulai Sa’i dari bukit Safa.
  • Mulai dari Safa: Mendaki sedikit ke bukit Safa, menghadap Ka’bah (jika memungkinkan), mengangkat tangan seraya membaca takbir ("Allahu Akbar") dan tahlil ("La ilaha illallah") serta berdoa.
  • Berjalan Menuju Marwah: Berjalan dari Safa menuju Marwah. Di antara dua pilar hijau (disebut milain al-akhdarain), disunahkan untuk berlari-lari kecil (bagi laki-laki) atau berjalan cepat (bagi perempuan dan yang tidak mampu berlari).
  • Doa di Marwah: Sesampainya di bukit Marwah, kembali menghadap Ka’bah (jika memungkinkan), mengangkat tangan, bertakbir, bertahlil, dan berdoa seperti di Safa.
  • Ulangi Hingga Tujuh Kali: Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah ke Safa dihitung satu kali. Lakukan bolak-balik hingga tujuh kali putaran, yang berakhir di bukit Marwah.
  • Dalil: Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 158, "Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya…" Hadis dari Aisyah RA juga menjelaskan secara rinci tata cara Sa’i yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Tabel Perbedaan Syarat Suci Tawaf vs Sa’i

PerkaraTawafSa’iKeterangan / Implikasi bagi Wanita Haid
Status Suci dari Hadats Besar (Haid/Nifas)Syarat sahBukan syarat sahWanita haid wajib menunda Tawaf hingga suci, namun boleh langsung melaksanakan Sa’i.
Status Suci dari Hadats KecilSyarat sahBukan syarat sahDianjurkan bersuci, namun jika batal wudhu saat Sa’i, tidak perlu mengulang dan boleh melanjutkan.
Tempat PelaksanaanDi dalam area Masjidil Haram (sekitar Ka’bah)Di antara Safa dan Marwah (kini terintegrasi dalam area masjid)Perbedaan lokasi ini menjadi salah satu alasan perbedaan hukum terkait kesucian.
NiatWajibWajibKeduanya merupakan ibadah yang memerlukan niat khusus.

Tips Praktis untuk Jamaah Indonesia

  1. Jangan Panik: Jika haid datang saat di Tanah Suci, jangan panik. Ini adalah ketentuan Allah dan ada kemudahan dalam syariat.
  2. Informasikan Muthawif: Segera beritahu muthawif atau pembimbing ibadah Anda agar mereka dapat memberikan arahan dan bantuan yang diperlukan, terutama dalam penjadwalan ulang Tawaf.
  3. Fokus pada Sa’i: Karena Sa’i boleh dilakukan saat haid, fokuslah untuk melaksanakannya dengan tenang dan khusyuk.
  4. Jaga Stamina: Sa’i memerlukan fisik yang prima. Pastikan cukup istirahat, minum air yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi.
  5. Gunakan Pakaian dan Alas Kaki Nyaman: Kenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat, serta sandal atau sepatu yang nyaman untuk berjalan jauh.
  6. Manfaatkan Kursi Roda: Jika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk berjalan kaki, jangan ragu menggunakan kursi roda (baik sewa atau bantuan dari rombongan).

Kesimpulan & Doa Khusus

Sa’i adalah rukun umrah/haji yang wajib dilaksanakan, dan alhamdulillah, syariat memberikan kemudahan bagi wanita haid untuk tetap melaksanakannya tanpa harus menunggu suci. Lakukanlah Sa’i dengan penuh keyakinan dan harapan akan rahmat Allah. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.

Doa yang bisa dipanjatkan selama Sa’i: "Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar." (Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.)

Sudah Paham Ilmunya?

Sekarang Cari Travelnya yang Amanah

Cek Rekomendasi Perjalanan Umroh dengan 5 Pasti di Umroh5.com

✅ Pasti Travelnya   ✅ Pasti Jadwalnya   ✅ Pasti Terbangnya
✅ Pasti Hotelnya   ✅ Pasti Visanya

Leave a Comment